Catatan Wisata Ke Dataran Tinggi Dieng

Pada kesempatan yang baik ini Penawisata.com  akan bercerita tentang sebuah perjalanan wisata menuju wisata alam yang berada di jawa tengah atau tepatnya berada di wonosobo yakni dataran tinggi dieng atau biasa disebut dieng plateau dan beberapa tempat wisata yang mungkin bisa kamu kunjungi jika kamu hendak pergi wisata menuju dieng plateau.

Tentang Dieng

Dataran tinggi dieng masuk dalam wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Letaknya berada di sebelah barat  Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Dieng adalah kawasan vulkanik aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa dengan beberapa kepundan kawah. Ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000 m di atas permukaan laut. Suhu berkisar 15—20°C di siang hari dan 10°C di malam hari.

Pada musim kemarau (Juli dan Agustus), suhu udara dapat mencapai 0°C di pagi hari dan memunculkan embun beku yang oleh penduduk setempat disebut bun upas ("embun racun") karena menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian.

Perjalalanan Menuju Dieng

Saat itu  jam 8 pagi salah seorang dari kami telah memesan tiket di terminal kalideres untuk jurusan Wonosobo untuk 6 orang, harga tiket saat itu 90 ribu rupiah untuk 1 orang sekali jalan tanpa tiket makan, waktu yang ada kami gunakan untuk packing beberapa peralatan yang ingin kami bawa selama perjalanan wisata ke Dieng.

Bis Pahala Kencana yang mengantarkan kami menuju kota Wonosobo berangkat dari terminal kalideres sekitar pukul 5 sore dan karena adanya kemacetan di wilayah Cikampek bis pun mengalami keterlambatan sampai di kota Wonosobo, kami pun sampai di kota Wonosobo sekitar pukul 9 pagi.

Sebelumnya kami telah booking untuk semua kebutuhan kami selama di Dieng berupa penginapan, mobil, makan dan guide serta beberapa tiket wisata di kawasan Dieng, jadi setelah kami sampai di terminal Wonosobo kami telah di tunggu untuk melanjutkan perjalanan menuju penginapan di kawasan Dieng yang ditempuh sekitar 1 jam.

Setelah sampai di penginapan ( Losmen Budjono ) kamipun langsung istirahat sejenak untuk sekedar menghilangkan  lelahnya selama perjalanan semalam, dan setelah makan siang dan menunaikan sholat  kami pun mulai mengeksplore beberapa tempat wisata di kawasan Dieng dengan mengendarai mobil avanza dan ditemani oleh guide yang berpengalaman.

Telaga Merdada

Ini adalah lokasi pertama yang kami kunjungi yakni sebuah telaga yang cukup besar dikelilingi oleh bukit - bukit nan hijau namun sunyi sekali saat itu seolah hanya kami yang berada di kawasan itu, kami pun sejenak menikmati pemandangan yang cukup indah di kawasan ini.

Kawah Candradimuka

Kami pun melanjutkan perjalanan menuju kawah Candradimuka, sebuah kawah yang harus ditempuh dengan jalan yang cukup terjal, mobil yang kami tumpangi pun tak bisa sampai membawa kami sampai tujuan dikarenakan ada jalan yang sedang diperbaiki, kami pun berjalan kaki melewati hamparan perkebunan kentang dan tomat sesekali bau belerang dari kawah sudah tercium sambil menikmati indahnya alam perbukitan.

Sumur Jalatunda

Perjalanan pun dilanjutkan menuju Sumur Jalatunda, sebuah sumur besar yang penuh misteri dan tak pernah kering selama bertahun - tahun, kami pun harus menaiki beberapa anak tangga untuk melihat sumur tersebut, konon siapa yang melempar batu hingga sampai ke ujung sumur maka permohonan nya akan terkabul, batu - batu yang dilempar oleh para pangunjung pun tak pernah penuh di sumur tersebut.

Komplek Candi Arjuna

Setelah mencoba melempar batu di sumur Jalatunda namun tiada yang berhasil sampai ke ujung nya, perjalanan dilanjutkan menuju komplek Candi Arjuna, sebuah komplek candi yang tersusun rapi jalannya dan bersih lingkungannya. Kami pun menikmati sore di kawasan candi ini dan makan baso untuk sekedar mengisi perut yang kosong dan menghangatkan suasana yang dingin di kawasan ini.

Hari pun sudah sore dan kabut pun mulai menutupi kawasan Candi Arjuna, kami pun mulai bergegas meninggalkan  komplek Candi Arjuna dan kembali ke penginapan, dari jendela kamar kami yang terletak di lantai dua, kami dapat menyaksikan beberapa pemandangan hilir mudik mobil dan deretan warung - warung yang meramaikan suasana di kawasan ini.

Rasa dingin terus menyelimuti suasana malam kami di penginapan, usai makan malam dengan nasi goreng spesial dan teh hangat kami pun berbincang - bincang tentang perjalanan seharian kami tadi dan tidur lebih awal untuk melanjutkan perjalanan esok ke bukit cikunir sebelum fajar tiba.

Bukit Sikunir

Jam 3 pagi lewat 30 menit  suara pintu di ketuk oleh Mas Edwin yang selalu menemani kami selama di Dieng, kami pun bersiap untuk memulai perjalanan menuju bukit Sikunir, teh hangat mengawali perjalanan kami menuju bukit Sikunir, mobilpun beranjak pergi meninggalkan penginapan secara perlahan dan sesekali kami melihat beberapa rombongan yang akan pula menuju bukit Sikunir kala itu.

Untuk mencapai bukit Sikunir kami harus berjalan sekitar setengah jam lebih dari parkir mobil dikawasan itu, treking menuju bukit Sikunir tidak terlalu berat bahkan usia anak - anak pun bisa sampai ke sana.

Ketika kami mencapai bukit Sikunir ternyata sudah ada beberapa rombongan yang lebih awal datangnya, kami pun mencari tempat yang tidak terlalu ramai di kawasan itu dan mulai menikmati sunrise dan indahnya pemandangan gunung sindoro dari atas bukit Sikunir.

Telaga Cebong

Setelah menikmati keindahan golden sunrise di bukit Sikunir sambil melihat keindahan beberapa gunung yang terlihat dari bukit Sikunir kami pun bergegas berjalan menuju bagian belakang bukit untuk melihat telaga cebong dari atas sebelum kami melihat dari dekatnya. Kami pun turun perlahan dari bukit Sikunir menuju parkir mobil dan berjalan sedikit menuju telaga.

Kawah Sikidang

Kami pun melanjutkan perjalanan  menuju kawah Sikidang, dari area parkir kami harus berjalan menuju titik kawah yang banyak mengeluarkan asap yang berbau, beberapa dari kami menggunakan masker yang banyak di jual di area kawah ini untuk sekedar mengurangi  bau yang cukup menyengat.

Pemandangan di kawasan kawah Sikidang terbilang bagus, selain area kawah dengan berbatuan putih kami juga bisa melihat beberapa bukit yang indah dan pemandangan gunung prau yang menawan hati.

Telaga Warna Dan Batu Ratapan Angin

Selain bukit Sikunir Telaga Warna  adalah tempat wisata yang menjadi alasan tujuan kami berangkat  ke Dieng, indahnya telaga warna yang hijau dan dikelilingi oleh perbukitan gunung Prau apalagi jika dilihat dari batu ratapan angin sungguh akan menciptakan suasana damai. Apa yang kami bayangkan ternyata lebih indah aslinya, kami pun terkagum - kagum oleh semua keindahan alam yang ada di area ini.

Hawa dingin yang menyelimuti kawasan ini di tambah jernihnya air dan rindangnya pepohonan membuat kami ingin berlama - lama di tempat ini, sebagian dari kami masih melanjutkan perjalanan menuju goa di sekitar kawasan Telaga Warna dan sebagian yang lain  masih diam tetap menikmati indahnya alam Telaga Warna Dieng.

Tak terasa waktu pun sudah siang hari, kamipun memutuskan untuk kembali ke penginapan untuk makan siang bersama. Sambil menunggu makan disiapkan kami mulai membersihkan diri secara bergantian sambil mengkemas barang - barang kami dan membersihkan sampah - sampah bekas makanan  yang ada dalam kamar kami.

Makan siang pun tiba, di meja yang cukup panjang kami ber 6 menikmati makan siang secara perlahan dan sesekali kami berpandangan mata yang memberi arti bahwa kami akan meninggalkan Dieng kembali kerumah.

Mobil pun telah siap, kami pun berpamitan kepada mereka yang ada di losmen seraya mengucapkan terima kasih atas semuanya dan satu persatu dari kami mulai masuk kedalam mobil,  Mas Edwin sebagai guide kami masih menemani kami menuju terminal Wonosobo dan sebelum ke terminal kami masih  mampir ke Telaga yang sangat besar yakni Telaga Menjer. Sejenak melihat kemegahan Telaga Menjer perjalanan dilanjutkan menuju terminal bus Wonosobo.

Setelah berpamitan dengan Pak supir dan Mas Edwin sambil mengucapkan terima kasih atas service nya, kami mulai melangkah ke agen tiket Pahala Kencana untuk membeli tiket menuju Jakarta dan tak lama kemudian bis pun berangkat menuju Jakarta.

Artikel Terkait