Catatan Wisata Ke Pantai Parangtritis Yogyakarta

Yogyakarta adalah kota yang  terletak di tengah Pulau Jawa - Indonesia, kota yang terkenal dengan peradaban kerajan dulu dan tempat seribu wisata saat ini, dimana kita bisa  menjelajahi pantai-pantai yang masih perawan dan candi-candi kuno berusia ribuan tahun. Yogyakarta adalah kota istimewa dan selalu membuat rindu bagi yang pernah berkunjung ke kota ini.

Seribu tahun silam, Yogyakarta merupakan pusat kerajaan Mataram Kuno yang makmur dan memiliki peradaban tinggi. Kerajaan inilah yang konon mendirikan Candi Borobudur yang merupakan candi Buddha terbesar di dunia, 300 tahun sebelum Angkor Wat di Kamboja. Peninggalan lainnya adalah Candi Prambanan, Istana Ratu Boko, dan puluhan candi lainnya yang sudah direstorasi maupun yang masih terpendam di bawah tanah.

Di pertengahan tahun  2012 lalu, dengan beberapa teman di Jakarta dan Demak berkesempetan mengadakan perjalanan wisata ke kota Yogyakarta, mulai dari bermain air di pantai sampai menikmati indahnya Borobudur. Berikut catatan perjalanannya :

Hari Pertama

Tujuan hari pertama ini  adalah melakukan perjalanan  menuju ke kota Demak dengan Bus malam, dimana teman teman di wilayah Jakarta  meeting point di terminal kalideres sekitar jam 2.30  siang, karena tiket bis sudah di pesan  2 hari sebelumnya, jadi kita hanya perlu menunggu sambil mempersiapkan barang bawaan yang diperlukan untuk perjalanan kali ini. Bis pun berangkat sekitar jam 3.30 sore menuju kota Demak dengan perkiraan waktu sampai 05:00 pagi.

Selama didalam bis teman - teman asyik ngobrol sambil ciplak - ciplak makanan yang udah disiapkan, sisanya dengerin musik lewat gadget yang kita bawa masing - masing sambil nunggu bis nyampe restoran untuk sholat ( jama' takhir magrib dan isya ) dan makan malam. Setelah itu bis pun melanjutkan perjalanan kembali dan kami pun berusaha untuk tidur dalam perjalanan menuju kota Demak.

Hari Kedua

Perjalanan dari Jakarta menuju kota Demak terbilang lancar, sekitar jam 5.30 pagi kamipun sudah berada di kota Demak, kota yang terkenal dengan Kota Wali. Sesampainya  di kota ini, teman - teman menuju kediaman salah satu anggota yang akan ikut dalam perjalanan kali ini untuk istirahat dan sarapan pagi serta bersih - bersih diri, pada hari kedua ini teman - teman akan mengikuti acara Tasyakuran Khotmil Qur'an yang diadakan salah seorang anggota kami, kami pun ikut berpartisipasi dalam kelancaran kegiatan acara ini, dari persiapan panggung acara, arak - arakan keliling kampung sampai acara dimulai pada malam harinya.

Hari Ketiga Dan Keempat

Setelah istirahat dari pagi, kamipun mulai mempersiapkan segala keperluan yang kami butuhkan dalam perjalanan kali ini. Perjalananpun dimulai setelah melaksanankan sholat ashar dengan menggunakan mobil APV silver yang telah kami sewa, dalam perjalanan wisata ke kota Yogyakarta kali ini kamipun menyempatkan diri untuk berkunjung ke beberapa makam, diantaranya : Makam Sunan Kalijaga di kota Demak, Makam Kyai Hasan Mangkli di kota  Magelang dan beberapa Makam Raja - raja Yogyakarta di Gunung Pring.

Kami pun menghabiskan waktu hingga tengah malam di Makam Gunung Pring, setelah jalan - jalan sambil kuliner malam di area makam Gunung Pring, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Pantai Parang Tritis yang memakan waktu sekitar 4 jam, kami pun singgah di salah satu masjid di sekitar Pantai Parang Tritis untuk menunggu sholat shubuh, maklum mau ke pantai masih gelap dan sepi gak ada orang.

Setelah langit agak terang kami pun masuk ke area parkir pantai Parang Tritis sebagai pengunjung pertama di hari itu, sepi sekali bahkan penunggu loket dan tukang parkirpun tak ada. Kami pun turun dari mobil yang kami tumpangi untuk memandang ke arah pantai, sepi sekali seperti tidak berpenghuni. Kami mencoba untuk jalan - jalan di sekitar pantai di pagi buta. Dan berharap agar matahari terbit dari balik bukit di pantai ini.

Akhirnya mataharipun mulai terbit di balik bukit, dan suasana pun menjadi terang, pengunjung pun mulai berdatangan untuk menyaksikan indahnya pantai ini. Hamparan pasir yang luas nan bersih ditambah desiran ombak yang bergulung - gulung menambah semangat kami untuk menghabiskan waktu di pantai ini.

Pengunjung yang datang di pantai ini bukan hanya masyarakat sekitar, banyak dari kota - kota yang jauh datang ke pantai ini untuk menyaksikan indahnya pantai ini. Bahkan pantai ini bisa dijadikan bulan madu untuk pasangan yang baru menikah sebagaimana yang kami temui di pantai ini.

Perjalanan yang melelahkan akhirnya terbayar dengan bermain air di pantai ini, banyak hal yang bisa dilakukan bukan sekedar bermain air di pantai ini, seperti : bermain pasir, berphoto - photo, naik delman dan ada juga kolam renang anak serta penyewaan kendaraan pasir yang pastinya seru.

Matahari pun mulai terasa menyengat kulit kami di pantai ini dan rasa lapar mulai kami rasakan, setelah bersih - bersih di kamar mandi yang disediakan oleh masyarakat setempat dan setelah itu mengisi perut dengan makan makanan yang banyak di jajakan di area ini, akhirnya kami pun bersiap - siap untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya menuju Keraton Yogyakarta.

Perjalanan menuju Keraton Yogya memakan waktu sekitar 2 jam, mobil pun di parkir di area ini. Melihat ramai nya pengunjung di area ini serta banyaknya barang - barang yang bisa di beli di sekitar area ini, kami pun memutuskan untuk belanja, namun sempat mampir sejenak di museum kereta bekas raja - raja Keraton.

Setelah puas belanja dan kuliner disekitar area Keraton ini, kami pun melanjutkan perjalanan selanjutnya menuju Candi Borobudur. Perjalanan di tempuh sekitar 3 jam sekaligus istirahat di pertengahan jalan untuk melaksanakan sholat dan sejenak istirahat.
Waktu menunjukan pukul 3 sore di area parkir candi Borobudur, itu artinya kami memiliki waktu 2 jam untuk jalan - jalan di candi Borobudur ini, maklum jam 5 sore candi ini harus sudah kosong dari pengunjung.

Langsung saja kami membeli tiket dan berjalan menuju candi Borobudur ini yang cukup lumayan cape, sebenarnaya ada kereta mini yang mengantarkan pengunjung menuju candi ini, namun karena ingin melihat - lihat pemandangan di area ini kami pun memutuskan untuk berjalan kaki.

Pengunjung masih terlihat rame di sore kala itu, kami pun harus antri untuk menaiki anak tangga yang begitu tinggi hingga ke lantai paling atas. Dan akhirnya kami pun berada diatas puncak Borobudur, sungguh karya yang luar biasa untuk bangunan yang telah berusia ratusan tahun. Selesai sudah perjalanan yang cukup panjang kali ini. Kami pun kembali ke kota Demak dan sampai sekitar pukul 10 malam.

Artikel Terkait